trubus.id
Life » Setelah Dibedah, Ada Plastik di Perut Penyu yang M...
Setelah Dibedah, Ada Plastik di Perut Penyu yang Mati

Setelah Dibedah, Ada Plastik di Perut Penyu yang Mati

Diah Fauziah - Senin, 16 Jul 2018 14:30 WIB

Trubus.id -- Pada Jumat (13/7) pukul 08.00 WITA, anggota kepolisian dari Polres Buleleng yang sedang melakukan sambang pesisir menemukan seekor penyu terdampar di Pantai Penarukan. Ketika dicek lebih lanjut, penyu tersebut dalam keadaan mati. Saat itu juga, petugas kepolisian langsung memberitahu penemuan tersebut ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksa).

"Kami diminta melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa penyebab penyu itu mati. Kami melakukan nekropsi (pembedahan) di pantai setempat karena kondisi bangkai penyu yang sudah rapuh. Diperkirakan, penyu itu sudah mati selama 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan," kata Gede Iwan Setiabudi, Koordinator Program Studi S1 Akuakultur Undiksha di Buleleng, Sabtu (14/7).

Baca Lainnya : Pulau Jemur, Lokasi Favorit Penyu Hijau Berkembang Biak

Saat dilakukan pembedahan, tim menemukan kerongkongan penyu yang tersumbat plastik, membuat makanan menumpuk di kerongkongan dan tidak bisa masuk ke saluran pencernaan.

"Kami menduga, penyu itu mati karena memakan plastik," tutur Iwan.

Ia berterima kasih kepada petugas Polres Buleleng yang sudah memberitahu tim Undiksha tentang penemuan itu. Sehingga, penyebab kematian penyu bisa diketahui dan dijadikan pelajaran untuk penyelamatan lingkungan di kemudian hari.

"Di Indonesia, ada banyak kasus penyu mati karena makan plastik. Itu karena, plastik yang transparan itu mirip ubur-ubur di laut, makanan asli penyu. Saya yakin, plastik itu dikira ubur-ubur," tutur Iwan.

Baca Lainnya : Habitat Penyu Semakin Terancam, Apa Penyebabnya?

Selanjutnya, ia berharap partisipasi masyarakat sekitar yang menemukan penyu atau ikan yang terdampar di perairan agar memberitahukan ke pihak berwenang atau Undiksha agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat. Apalagi, universitas yang terletak di Buleleng ini memiliki program pengabdian masyarakat.

"Jika penyu atau ikan yang ditemukan itu masih hidup, bisa segera dibawa ke pos konservasi nelayan di Pantai Penimbangan. Kalau sudah mati, bisa dilakukan pembedahan agar kematian hewan laut itu dapat diketahui penyebabnya," jelasnya. [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020