trubus.id
Life » 2018 Jadi Krisis Air Terburuk Dalam Sejarah di Ind...
2018 Jadi Krisis Air Terburuk Dalam Sejarah di India

2018 Jadi Krisis Air Terburuk Dalam Sejarah di India

Diah Fauziah - Kamis, 12 Jul 2018 11:00 WIB

Trubus.id -- Infrastruktur lemah dan cadangan air yang kurang, membuat harga air menjadi mahal di India. Namun, Sushila Devi membayar harga yang lebih mahal karena suami dan anaknya meninggal dunia akibat kekurangan air.

"Mereka meniggal karena masalah air, tidak ada yang lain," kata Devi, menginngat bagaimana perkelahian di atas kapal tanker air minum bersih pada Maret lalu, mengakibatkan kematian dua orang tercintanya dan membuat pemerintah mengebor sebuah tube well.

“Sekarang, semuanya lebih baik. Biasanya, airnya itu berkarat. Kami bahkan tidak bisa mencuci tangan atau kaki dengan air semacam itu," ucap Devi kepada Thomson Reuters Foundation di Delhi.

Baca Lainnya : Antusias Warga pada Laut Bisa Jadi Solusi Atasi Pencemaran

Sebuah laporan pada Juni lalu mengungkapkan jika India mengalami krisis air terburuk dalam sejarahnya. Mengancam ratusan juta jiwa dan membahayakan pertumbuhan ekonomi. Hampir separuh penduduk India, lebih dari 600 juta orang menghadapi kekurangan air, di mana 200 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya karena air yang tercemar.

Setiap hari, Devi dan penduduk India lainnya harus mengantre sambil membawa pipa, jerigen, dan ember untuk membawa air bersih dari kapal tanker. Hal biasa bagi mereka yang tinggal di kota yang tidak memiliki cadangan air bersih. Ketika mengantre, tidak jarang mereka saling menyikut, mendorong, dan meninju orang lain yang juga sedang mengantre.

Terkadang, air yang mengalir dari keran, kerap kotor. Menyebabkan penyakit, infeksi, cacat, dan juga kematian, menurut para ahli.

"Air itu seperti racun," kata Devi. Ia masih mengandalkan air bersih dari kapal tanker lantaran air tanah di Wazirpur, tidak layak untuk dikonsumsi.

Baca Lainnya : Revolusi Hijau di India Bisa Menghemat Penggunaan Air untuk Pertanian

"Sekarang lebih baik. Tapi, tetap tidak bisa untuk diminum. Tidak apa-apa untuk mandi dan mencuci piring," jelasnya.

Menurut laporan tersebut, pencemaran air merupakan tantangan terbesar. Hampir 70 persen air di India terkontaminasi, berdampak pada penduduk di sana karena menyumbang 20 persen penyakit. Namun, hanya sepertiga dari air limbah yang saat ini dirawat, di mana air tanah sudah tercemar.

"Air tanah kami terkontaminasi. Lihat, di mana-mana, air terkontaminasi karena kami tidak mengelola limbah padat dengan benar," kata Avinash Mishra, penulis utama laporan. [DF]

 


 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020