trubus.id
Unik, Kompleks Perumahan Pertama di Dunia Jadi Destinasi Wisata

Unik, Kompleks Perumahan Pertama di Dunia Jadi Destinasi Wisata

Karmin Winarta - Minggu, 08 Jul 2018 07:16 WIB

Trubus.id -- Hampir di tiap kota besar terdapat area atau kompleks perumahan yang dihuni oleh para karyawan sebuah perusahaan. Namun tahukah Trubus Mania, di mana pertama kali muncul kompleks perumahan tertua di dunia? Tempat ini bahkan sampai sekarang masih ada dan dijadikan sebagai destinasi wisata.

Kompleks perumahan yang pertama kali dibangun itu adalah The Fuggerei yang berada di Bavaria, Jerman. Kompleks perumahan ini sampai sekarang telah berusia 500 tahun. Amusingplanet.com menulis, perumahan ini dibangun oleh sebuah keluarga pebisnis yang kaya raya yang dikenal sebagai Keluarga Fugger.

Bangunan kompleks ini dikelilingi tembok yang kokoh. Untuk bisa memasuki kompleks ini terdapat beberapa pintu masuk. Namun pintu ini akan tertutup mulai jam 10 malam hingga jam 5 pagi. Selama waktu ini hanya penghuni kompleks perumahan yang boleh masuk atau keluar dari Fuggerei.

Baca Lainnya: Merasakan Sensasi Penjara Nelson Mandela di Cape Town, Rp 4 M per Malam

Keunikan tempat ini adalah terdapat barisan unit rumah yang menghadap ke jalan. Setiap rumah memiliki dua ruangan  berukuran 500 hingga 700 kaki persegi dengan dapur sendiri, ruang tamu, kamar tidur dan kamar kecil. Atap yang lancip berfungsi sebagai loteng. Tidak ada ruang bawah tanah, namun di belakang setiap rumah terdapat  taman kecil.

Asyik kan?

(Foto: Istimewa)

Salah satu fitur unik dari rumah yang ada di kompleks ini adalah lonceng pintu. Masing-masing rumah memiliki bentuk lonceng yang unik sehingga mereka dapat dikenali dalam kegelapan. Hal ini karena saat itu belum ada lampu jalan sepertii sekarang ini.  

Salah satu penghuni kompleks perumahan Fuggerei yang paling terkenal adalah kakek buyut Wolfgang Amadeus Mozart, Franz Mozart. Dia tinggal di Fuggerei antara  tahun 1681 dan 1694. Sampai saat ini terdapat sekitar 150 orang yang menghuni tempat ini. Mereka harus membayar sewa setahun setara dengan satu gulden atau 7,8 ribu rupiah saja..

Sedangkan biaya untuk tur ke Fuggerei saat ini bisa dipakai untuk membayar sewa tahunan selama 4 tahun.

Namun selain biaya sewa, penghuni tempat ini juga harus membayar uang pemeliharaan gereja dan alat pemanas. Untuk menutup biaya pemeliharaan The Fuggerei dikelola oleh keturunan keluarga Fugger dan dibiayai melalui yayasan.

(Foto: Kuznetsov_Sergey ) 

Sejarahnya, pada abad ke-15 dan ke-16 keluarga Fuggers yang awalnya pedagang ini berubah menjadi seorang bankir dan pemodal terkaya di Eropa. Bisnis mereka selain bank adalah gudang pabrik dan ranjau. Bahkan konon keluarga ini juga memonopoli perdagangan tembaga. Karena bisnisnya yang menggurita, ia mempunyai pengaruh besar pada perekonomian dan politik di Eropa.

Keluarga Fuggers sukses berkat ketajaman analisis dan insting bisnis Jacob Fugger. Ia mampu mengumpulkan kekayaan sampai orang-orang menyebutnya "Si Kaya". Bahkan sampai sekarang ia dianggap orang paling kaya dengan harta mencapai 400 miliar dolar Amerika. Jumlah ini melampaui kekayaan para industrialis abad ke-20 seperti John Rockefeller dan Andrew Carnegie.

Baca Lainnya: Menarik, Sleman Night Cooking Festival Segera Digelar di Pelataran Candi Banyunibo

Tahun 1514, Jakob Fugger mulai menginvestasikan sebagian kekayaannya dalam pembangunan rumah almshouse di kota Augsburg di Bavaria, yang kemudian disebut dengan The Fuggerei.  

Tempat ini dimaksudkan untuk para warga Katolik yang pekerja keras, jujur tetapi miskin. Keluarga kurang mampu seperti itu bisa tinggal di Fuggerei untuk sewa tahunan hanya satu Rheinischer Gulden, setara dengan 7,8  ribu rupiah hari ini. Fugger berjanji sewa itu tidak boleh berubah dan hal itu terbukti setelah lima ratus tahun.

The Fuggerei selesai dibangun antara tahun 1514 dan 1523. Dan mengalami beberapa kali renovasi.  Trubus Mania tertarik ke sana? [KW]

 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020