trubus.id
Suhu Capai 5 Derajat Celcius, Dataran Tinggi Dieng Diselimuti Bun Upas

Suhu Capai 5 Derajat Celcius, Dataran Tinggi Dieng Diselimuti Bun Upas

Astri Sofyanti - Jumat, 06 Jul 2018 17:45 WIB

Trubus.id -- Dataran tinggi Dieng yang berada di Banjarnegara, Jumat (6/7) sejak dini hari mencapai suhu tertingginya. Bahkan kondisi ini mengakibatkan turunnya embun es di kawasan tersebut, bagaimana tidak, saat ini suhu di dataran tinggi Dieng mencapai lima derajat Celcius. Bahkan saat ini embun es semakin meluas.

"Embun es muncul dan semakin meluas sejak dini hari tadi," kata Kepala Desa Dieng Kulon, Kecamatan Bantur, Slamet Raharjo di Banjarnegara, Jumat (6/7).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, Slamet mengatakan embun es itu terus menerus muncul.

"Sejak pagi hari suhu di sini mencapai 5 derajat celsius. Kalau kondisinya seperti ini bisa mencapai di bawah 3 derajat sampai 0 derajat," paparnya.

Sebagaimana diketahui, dataran tinggi Dieng memiliki pemandangan yang banyak menarik wisatawan baik lokal hingga turis asing karena berada di dataran tinggi yang kerap diselimuti salju tipis.

Baca Lainnya: Hadapi Puncak Musim Embun Es, Petani Dieng Mulai Cemas

Meski menarik banyak wisatawan, hal tersebut tak dirasakan oleh para petani yang ada di sekitar dataran tinggi Dieng. Hal ini karena suhu udara yang dingin membuat sebagian besar tanaman patani seperti kentang dan sayuran tumbuh dengan kualitas yang kurang baik karena berwarna kekuningan dan layu setelah ditimpa embun es.

Kondisi ini disebut para petani dan warga sekitar dengan bun upas (embun berbisa) yang menjadi momok menakutkan karena merusak tanaman sayuran yang menjadi pendapatan sebagian warga di dataran tinggi Dieng.

"Saya kira yang terdampak embun es ini hanya sekitar 20 hektare luas lahan, tapi ternyata mencapai 30 hektare lahan pertanian kentang. Dulunya bahkan tidak pernah terjadi bun upas, baru sekarang-sekarang ini saja," papar Slamet.

Untuk itu para petani berupaya menjaga hasil panen sayuran tetap bagus dan tak layu ketia kerkena bun upas dengan cara menyemprotkan air ke tanaman pada malam hari atau memasang jaring di kebun kentang. Tapi menurut Slamet upaya itu belum maksimal dijalankan.

"Kita berupaya menyiramnya untuk menghilangkan embun sebelum sayuran ikut membeku, tapi kalau kebunnya luas pasti banyak sayuran yang tidak tertolong," tutupnya.

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020