trubus.id
Life » Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik Mudah Terurai dar...
Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik Mudah Terurai dari Lem Pohon

Ilmuwan Inggris Ciptakan Plastik Mudah Terurai dari Lem Pohon

Ayu Setyowati - Jumat, 06 Jul 2018 20:00 WIB

Trubus.id -- Sampah plastik menjadi masalah di seluruh dunia. Pasalnya, sampah ini sulit terurai di alam. Namun kini, para peneliti dari University of Warwick, Inggris menciptakan plastik biodegradable yang bisa dibuang bersama sisa makanan.

Plastik ini akan lebih mudah terurai di alam karena menggunakan bahan dasar alami. Bahan penyusunnya adalah lem pohon, biasa disebut lignin. Lignin menyimpan serat selulosa bersama-sama yang membuat batang tanaman menjadi tegak dan kuat.

Para peneliti kemudian membuat senyawa ini menjadi plastik yang kuat dan mudah dibentuk. Sebagai informasi, lignin merupakan produk sampingan dari pembuatan kertas. Meski membuat batang kayu menjadi tegak dan kuat, senyawa ini bisa membuat bubur kayu menjadi lemah dan berubah warna.

Baca Lainnya : Studi Terbaru, Ribuan Sampah Plastik Ada di Kedalaman 10.898 Meter di Bawah Laut

Karenanya, senyawa ini dipisahkan pada pembuatan kertas. Melihat limbah pembuatan kertas ini, Profesor Tim Bugg mengembangkan cara untuk memanfaatkannya. Tim dan koleganya menggunakan bakteri yang dimodifikasi secara genetik untuk mengubah lignin menjadi bahan kimia berguna.

Bakteri tersebut adalah Rhodococcus jostii yang hidup di tanah dan memakan lem. Bakteri ini diubah secara genetis untuk mengubah lignin menjadi hasil tinggi dari plastik biodegradable.

Baca Lainnya : Tidak Sekadar Berbahaya, Sampah Plastik Meracuni Biota Laut

"Saya telah bekerja dengan lignin selama 40 tahun dan ketika saya memulai proyek ini, orang-orang berkata Anda membuang waktu. Tapi sekarang, mereka berpikir ini mungkin," ujar Profesor Tim dalam sebuah acara di Central London dikutip dari The Telegraph.

"Masih sulit, tapi itu mungkin," tegasnya.

Tim menjelaskan bahwa hanya ada sedikit organisme yang bisa memecah lignin. Untuk itu, dia dan tim menggunakan materi genetik dari dua strain bakteri untuk mempercepat prosesnya.

"Biasanya, bakteri menggunakannya untuk pertumbuhan dan memecahnya menjadi molekul kecil yang digunakan sebagai makanan untuk tumbuh. Jadi, kami mempercepat proses itu sehingga meski bakteri masih bisa berkembang, tapi bisa melakukan sesuatu untuk kami pada saat yang sama," sambungnya.

Baca Lainnya : Tahun 2030, 55 Persen Sampah Plastik akan Didaur Ulang

Proses percepatan ini dikarenakan lignin merupakan senyawa yang kompleks.

"Karena lignin itu kompleks. Untuk menguraikannya, Anda akan mendapat campuran yang rumit. Kabar baiknya, bakteri ini mereka bisa melakukan semuanya. Kami berharap lima tahun lagi semua akan selesai," tambahnya.

Untuk diketahui, plastik sangat sulit didaur ulang. Hanya 12 persen sampah rumah tangga bisa melalui proses ini. Sisanya dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan sampah. Setiap tahun, lebih dari 300 juta plastik diproduksi secara global, di mana 10 persen di antaranya berakhir di lautan. Diperkirakan, rasio plastik dan plankton adalah 1:2. Jika terus dibiarkan, jumlah plastik di lautan akan lebih banyak dibandingkan jumlah ikan pada 2050 mendatang. [DF]


 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020