trubus.id
Sebagai Kota Batik Dunia, Jogja Perluas Pemakaian Warna Alami

Sebagai Kota Batik Dunia, Jogja Perluas Pemakaian Warna Alami

Astri Sofyanti - Jumat, 06 Jul 2018 12:00 WIB

Trubus.id -- Sebagai kota Batik Dunia, Jogja kini mulai menerapkan penggunaan pewarna alam ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan guna mendapat penilaian akhir dari World Craft Council (WCC) terkait predikat Jogja sebagai Kota Batik Dunia.

“Kami berharap, predikat itu jangan sampai lepas. Salah satu upayanya adalah memperluas penggunaan pewarna alam untuk batik,” ujar Konsultan Batik Pewarna Alam, Hendri Suprapto di Jogja, Kamis (5/7).

Baca Lainnya : Semarak Hari Kartini, KBRI Indonesia di Australia Gelar Peragaan Busana Batik

Menurut Hendri penggunaan pewarna alam untuk menghasilkan batik yang ramah lingkungan menjadi salah satu indikator penilaian dari WCC. Lebih lanjut ia mengatakan, Jogja harus bisa membuktikan hal tersebut dengan memperbanyak penggunaan pewarna alam oleh perajin batik.

“Penggunaan pewarna kimia untuk batik memiliki sejumlah dampak buruk terhadap lingkungan, parahnya bahkan bisa menggangu kesehatan manusia. Sebenarnya banyak bahan yang mudah didapat bisa digunakan sebagai sumber pewarna alam untuk menghasilkan batik yang tidak kalah berkualitas,” tambahnya.

Baca Lainnya : Terkait Sertifikat Batik Halal, Pemerintah Harus Lihat ke Hulu

Beberapa tanaman bisa digunakan sebagai pewarna alami seperti pohon mangga untuk warna kuning, pohon indigofera untuk warna biru, pohon jambu biji untuk warna coklat, jambe untuk warna merah. Sedangkan untuk menghasilkan warna lain, tinggal mengombinasikan warna-warna dasar yang sudah ada. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020