trubus.id
WNPG XI Fokus Perbaikan Gizi dan Kesehatan Terkait Stunting

WNPG XI Fokus Perbaikan Gizi dan Kesehatan Terkait Stunting

Ihsan Maulana - Rabu, 04 Jul 2018 20:15 WIB

Trubus.id -- Setelah dua hari digelar, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) ke XI tahun 2018, menelurkan sejumlah rekomendasi perbaikan gizi dan kesehatan terutama masalah stunting.

Hasil rekomendasi WNPG XI ini, merupakan hasil pembahasan lima kelompok bidang yakni, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan aksestabilitas pangan beragam, peningkatan penjaminan keamanan dan mutu pangan, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, berikut koordinasi pangan dan gizi.

Secara garis besar, pada bidang regulasi, kebijakan dan program, ditetapkan ada penyempurnaan Angka Kecukupan Gizi (AKG), dengan rerata energi 2100 kkal, dan Angka Kecukupan Protein (AKP) sebesar 57 gram/kapita/hari.

Baca Lainnya : Jokowi Ajak Bank Dunia, Gunakan Teknologi untuk Atasi Stunting

Untuk aspek koordinasi kebijakan dan kelembagaan, salah satu poin yang disoroti adalah harus adanya koordinasi efektif sejak perumusan kebijakan, serta penyelarasan dokumen kebijakan dan perencanaan, dengan memastikan bahwa program terkait stunting di berbagai K/L dipertimbangkan sebagai prioritas, sehingga dapat menjamin anggarannya.

Selanjutnya pada bidang pemberdayaan masyarakat, hal yang direkomendasikan ialah perubahan perilaku terhadap pola asuh dan konsumsi pangan serta higienis diri dan lingkungan melalui penetapan kunci utama untuk mendapatkan Anakku Hebat, Bangsaku Kuat dengan sasaran calon ibu (remaja putri), ibu hamil, dan ibu dengan anak balita.

Kunci utama tersebut adalah konsumsi pangan bergizi seimbang dan aman, kunjungan kehamilan dan kesehatan ibu dan anak (KIA), termasuk pemantauan tumbuh kembang dan imunisasi terjadwal di fasilitas kesehatan, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta pemanfaatan jamban yang sehat dan aman.

Baca Lainnya : Puan Maharani: Upaya Penurunan Stunting Harus Terintegrasi

Pada bagian monitoring dan evaluasi, diperlukan surveilan dengan data valid, akurat, serta terus menerus yang dikumpulkan di desa oleh petugas kompeten dan didistribusikan, di setiap level sesuai keperluan seperti keperluan intervensi di tingkat Puskesmas dan Kecamatan. Selanjutnya ada keperluan perencanaan di tingkat kabupaten/kota, dan keperluan penyusunan kebijakan di provinsi dan pusat.

Terakhir, pada bagian riset, salah satu hal yang direkomendasikan adalah penyusunan road map R&D ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bidang pangan dan gizi, berdasarkan hasil pemetaan (mapping) stunting di Indonesia yang terkait dengan lokalitas, mutu pangan, dan lainnya.

"Saya selaku Kepala LIPI, menyampaikam apresiasi kepada seluruh tim perumus, yang terdiri dari Kementerian dan Lembaga, berikut ahli dan universitas, yang telah menetapkan rekomendasi, yang akan jadi masukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," ujarnya dalam acara penutupan WNPG XI, di ruang Birawa, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (4/7) sore. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020