trubus.id
Puan Maharani: Upaya Penurunan Stunting Harus Terintegrasi

Puan Maharani: Upaya Penurunan Stunting Harus Terintegrasi

Astri Sofyanti - Selasa, 03 Jul 2018 14:45 WIB

Trubus.id -- Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan kesejahteraan rakyat, menurunkan tingkat kemiskinan, serta menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan kerja sama lintas kementerian.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang PMK, Kementerian Bappenas, Kemenristekdikti, Kementerian Kesehatan, KKP, Kementerian Pertanian, serta Badan POM yang bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama untuk menanggulangi masalah ini.

Baca Lainnya : Dalam WNPG XI, Penurunan dan Pencegahan Stunting di Indonesia jadi Fokus Utama

Namun dari sekian banyak masalah yang harus ditangani lintas kementerian ini, gizi buruk dan stunting masih menjadi masalah utama di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani dalam sambutannya di acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI yang digelar di Hotel Bidakara, Selasa (3/7).

"Tiga dari bayi yang lahir mengalami stunting, stunting bisa mempengaruhi pertumbuhan anak serta perkembangan otak," ucap Puan.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah telah melakukan intervensi penurunan stunting di lebih dari 100 kabupaten/kota di Indonesia hingga desa yang ada di Indonesia. 

"Kita harus berkomitmen untuk melakukan penurunan stunting yang terintegrasi. Hal ini belum terintegrasi secara nyata, ini menjadi PR untuk bisa melakukan intervensi secara bersama," lanjutnya.

Kementerian PMK juga akan berkomitmen mengintervensi 160 kabupaten kota terutama di Timur Indonesia pada 2019 mendatang untuk melakukan pencegahan stunting.

Baca Lainnya : Presiden: Pencegahan Stunting Difokuskan di 100 Kabupaten/Kota di Indonesia

"Hal ini harus berkoordinasi secara menyeluruh, stunting bukan hanya masalah kesehatan tapi juga akses pangan, akses sanitasi, serta akses air bersih untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan," sambungnya.

Lebih lanjut Puan mengatakan, masukan lintas Kementerian dalam acara WNPG XI ini nantinya diharapkan bisa menghasilkan solusi efektif untuk menurunkan permasalahan stunting di Indonesia.

"Persoalan stunting pada anak berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia ke depannya. Studi menunjukkan potensi kerugian ekonomi yang diakibatkan stunting mencapai 2 sampai 3 persen PDB setiap tahunnya. Untuk itu, penurunan stunting harus menjadi prioritas dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan berdaya saing," tutupnya. [RN]

 

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020