trubus.id
Tidak Hanya di Indonesia, Konflik Gajah dan Manusia Juga Terjadi di Thailand

Tidak Hanya di Indonesia, Konflik Gajah dan Manusia Juga Terjadi di Thailand

Diah Fauziah - Senin, 02 Jul 2018 16:00 WIB

Trubus.id -- Jumat (29/6) kemarin, seorang pria diinjak-injak hingga mati oleh lima gajah liar di dekat perkebunan karet di Provinsi Yala Selatan, Thailand.

"Korban bernama Masaree Samae, berumur 40 tahun. Sebelumnya, korban sedang mengendarai sepeda motornya di jalan untuk menyadap karet. Tiba-tiba, ia dikepung oleh lima ekor gajah," kata Sathit Woonchoom, kapten polisi kepada AFP.

Setelah dilakukan otopsi pada Masaree, dokter menemukan luka di punggung dan kepalanya.

Baca Lainnya : Akhiri Perburuan Gajah, 563 Kilogram Gading Dimusnahkan di Prancis

"Sebelumnya, saya mendengar suara gajah di semak-semak. Ketika didekati, saya menemukan korban sudah terluka," ucap Sathit.

Menurut Pusat Konservasi Gajah Thailand, populasi gajah liar di Thailand telah berkurang. Pada tahun 1850, jumlah keseluruhan gajah liar mencapai 100 ribu ekor, di mana saat ini tinggal 2.700 ekor saja.

Deforestasi telah membuat gajah kehilangan habitatnya. Akibatnya, mereka jadi lebih dekat dengan manusia dalam beberapa dekade terakhir. Tidak jarang, sering terjadi konflik antara gajah dan penduduk desa, yang tidak jarang membunuh hewan ini. Tidak itu saja, gajah juga diburu atau dijinakkan untuk hiburan dan pariwisata.

Baca Lainnya : Ilmuwan Buktikan Gajah Berkomunikasi dengan Hentakan Kaki

Thailand telah mendapat kecaman karena perdagangan pariwisata gajah. Ya, hewan yang semakin terancam keberadaannya ini digunakan dalam pertunjukan sirkus, atraksi pariwisata, serta adegan di film dan TV. Pada November 2017, seekor gajah seberat 5 ton yang telah membintangi film layar lebar dan menjadi bintang iklan, menghancurkan pemiliknya hingga tewas di Chiang Mai.

"Ketika kecelakaan itu terjadi, hewan tersebut berada dalam emosi dan lonjakan hormon yang tinggi," kata pejabat kebun binatang.

Selain itu, dua ekor gajah liar dibunuh pada awal 2018 oleh seorang pekerja pertanian nanas yang membuat pagar listrik untuk menghalau hewan-hewan tersebut masuk ke perkebunannya. Pekerja tersebut didakwa dengan perburuan, namun dibebaskan dengan jaminan. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020