trubus.id
Tahun Ini, Petani di Bojonegoro Enggan Menanam Tembakau, Kenapa?

Tahun Ini, Petani di Bojonegoro Enggan Menanam Tembakau, Kenapa?

Syahroni - Selasa, 19 Jun 2018 09:00 WIB

Trubus.id -- Memasuki musim kemarau, biasanya adalah saat yang tepat untuk para petani untuk menanam tembakau. Namun sayangnya, di awal musim kemarau seperti saat ini, antusias petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tidak tinggi.

Belakangan diketahui, para petani tembakau di kabupaten ini rupanya tengah enggan menanam tembakau karena saat ini permintaan tembakau dari sejumlah perusahaan tengah turun. Hal itu sendiri disampaikan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Bojonegoro, Muhammad Kholid.

Baca Lainnya : Dalam 10 Tahun, Jumlah Petani Tembakau Turun Drastis

Ia menyampaikan, seharusnya tahun ini sangat mendukung untuk melakukan tanam tembakau. Namun karena stok tembakau di gudang sejumlah perusahaan masih penuh, sehingga mempengaruhi petani untuk menanam tembakau.

"Kalau dari segi cuaca, sebenarnya tahun ini bagus untuk menanam tembakau. Namun karena permintaan sedikit, sehingga hanya sedikit petani yang tanam tembakau," kata Kholid, Senin (18/6).

Menurut data asosiasi tembakau, luas lahan pertanian mencapai 5.000 hektare. Luas lahan tersebut tersebar di enam kecamatan. Adalah Kecamatan Ngraho, Tambakrejo, Padangan, Ngasem, Sugihwaras, dan Kedungadem.

Musim tanam tembakau pertama biasanya dilakukan pada Mei. Namun banyak petani yang menunda tanam karena masih turun hujan. Banyak petani mulai tanam padi pada Juni hingga Juli.

"Ada beberapa kecamatan yang sudah memanen tembakau. Biasanya mulai tanam lagi saat memasuk musim kemarau atau disaat jarang ada hujan," terang Kholid.

Baca Lainnya : Tiap Kali Panen Raya, Harga Tembakau Indonesia Langsung Jatuh, Kenapa?

Sementara itu, harga jual tembakau sendiri bervariasi. Mulai Rp 1.200 hingga Rp 1.500 per kilogram. Harga tersebut untuk daun bawah yang masih basah. Sedangkan jika dijual dalam kondisi kering, bisa mencapai Rp 20 ribu per kilogram. 

"Jika kering lebih mahal," ucap Kholid. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020