trubus.id
Hari Raya Idulfitri 1439 H Berhasil Tingkatkan Daya Beli Petani

Hari Raya Idulfitri 1439 H Berhasil Tingkatkan Daya Beli Petani

Binsar Marulitua - Jumat, 15 Jun 2018 07:00 WIB

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan sebesar 0,37% menjadi 101,99 pada Juni 2018. Kenaikan tersebut menjadi angin segar dalam menyambut hari raya Idulfitri  1439 H, dan merupakan pertama kalinya semenjak tergerus sepanjang tahun ini atau Januari-April lantaran turunnya harga produk pertanian.

NTP menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk kebutuhan produksi. NTP didapat dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula kemampuan atau daya beli petani.

Baca Lainnya : Presiden Minta Petani Gula Dibebaskan dari Pajak Penghasilan

Pada Juni 2018, indeks harga yang diterima petani meningkat 0,61%, lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,24%. Oleh karena itu, NTP naik sebesar 0,37%.

 “Kenaikan indeks harga yang diterima petani di seluruh subsektor pertanian,” Seperti tertulis dalam paparan BPS yang dilansir Rabu (13/6).

Di sisi lain, kenaikan indeks harga yang dibayar petani terjadi seiring kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani, termasuk harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Adapun inflasi pedesaan yang tercatat sebesar 0,19%.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi: Digitalisasi Pertanian Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Secara rinci, kenaikan NTP terbesar dialami petani pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 0,64% terutama didorong kenaikan harga karet dan tembakau, diikuti perikanan 0,59%, dan peternakan 0,48%. Kemudian, petani pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,3% yang dipicu oleh perbaikan harga palawija.

Terakhir, petani pada subsektor holtikultura mengalami kenaikan NTP tipis sebesar 0,02% didorong oleh kenaikan harga buah-buahanan seperti pisang dan apel serta tanaman obat seperti jahe dan lengkuas.

Baca Lainnya : Petani Gula Tuntut Pemerintah, untuk Serap hasil Panen Mereka

Berdasarkan sebarannya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi yaitu 2,23% dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar, 1,92% dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Sementara itu, nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional per Juni 2018 tercatat sebesar 111,38 atau naik 0,32% dibandingkan NTUP bulan sebelumnya. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020