trubus.id
Jokowi: Agar Kesejahteraan Bisa Tercapai, Petani Harus Terorganisir

Jokowi: Agar Kesejahteraan Bisa Tercapai, Petani Harus Terorganisir

Astri Sofyanti - Kamis, 07 Jun 2018 18:15 WIB

Trubus.id -- Harus diakui, masih banyak petani yang hingga kini belum merasakan kesejahteraan. Karena itu, kondisi ini menjadi perhatikan khusus pemerintah Indonesia. Berbagai upaya pun dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Ketika melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan program kewirausahaan dan digitalisasi pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk mencapai kesejahteraan, maka rakyat atau petani tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Mereka harus terorganisir.

Baca Lainnya : Menteri BUMN Minta Bulog Digitalisasi Inventaris Sistem di 1.500 Gudangnya

Di era seperti saat ini, Jokowi menambahkan, petani Indonesia tidak bisa lagi membentuk gabungan kelompok tani (gapoktan). Mereka harus membentuk kelompok yang lebih besar lagi. Karena itu lang pemerintah membentuk PT Mitra BumDes Bersama (MBB) di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Jokowi berharap badan usaha ini, bisa membuat keuntungan petani lebih besar. Hal ini karena menurutnya, keuntungan terbesar dari pertanian itu didapat bukan dari pra tanam atau saat menanam, tetapi yang paling banyak adalah di pascapanen.

"Bagaimana rendemen saat masuk ke rice milling unit ke penggilingan banyak yang rusak atau tidak di situ. Saat kita menjual beras itu untungnya yang paling besar ada di situ. Jadi kalau petani masih berjualan gabah, sampai kapan pun saya percaya tidak akan ada peningkatan kesejahteraan bagi petani," ucap Jokowi di Indramayu, Kamis (7/6).

Baca Lainnya : Disrupsi Pertanian Harus Mempunyai Kerangka Konsep yang Jelas

Melalui PT MBB ini, Jokowi ingin petani bisa menjual berasnya dalam bentuk kemasan. Selain itu, petani bisa memisahkan kualitas beras, sehingga beras yang dijual bisa menjadi kualitas medium dan premium.

“Saya ingin petani tidak jual lewat tengkulak, tangan satu, tangan dua, tangan tiga, tangan empat, tangan lima, rantai yang harus dilalui petani. Saya ingin petani bisa berjualan beras, baru di situlah nanti petani akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih banyak," ungkap Jokowi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020