trubus.id
Peristiwa » Negara-negara di ASEAN, Apresiasi Langkah Indonesi...
Negara-negara di ASEAN, Apresiasi Langkah Indonesia Menangani Karthutla

Negara-negara di ASEAN, Apresiasi Langkah Indonesia Menangani Karthutla

Binsar Marulitua - Selasa, 05 Jun 2018 06:30 WIB

Trubus.id -- Berbagai upaya dilakukan pemerintah Indonesia guna mengendalikan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). Hasilnya, upaya yang telah dilakukan diapresiasi oleh negara-negara  Asean.

Apresiasi ini diberikan lantaran Indonesia dinilai berhasil dalam pencegahan, peningkatan kesiapan, dan mitigasi karhutla yang tercermin dari turunnya jumlah hotspot sejak 2016.

Baca Lainnya : Jelang Asian Games 2018, BPBD Riau Maksimalkan Pencegahan Karhutla

Tak hanya satu negara, apresiasi tersebut juga disampaikan negara-negara peserta pertemuan Technical Working Group (TWG) on Transboundary Haze Pollution yang dilanjutkan dengan Pertemuan The Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution di Bangkok, Thailand pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2018 silam.

Pertemuan TWG/MSC tahun ini merupakan pertemuan ke-20 yang dihadiri oleh menteri/perwakilan yang bertanggung jawab atas lingkungan, untuk lahan kebakaran hutan dan kabut asap, yaitu dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta Sekretariat ASEAN.

Direktur Pengendalian Karhutla, sekaligus Ketua Delegasi Indonesia dalam TWG, Raffles B. Panjaitan, menyampaikan, terjadi perubahan paradigma penanganan karhutla di Indonesia. Semula prioritas pada pemadaman saat fase krisis, namun pasca tahun 2015 lebih mengutamakan aspek-aspek pencegahan.

Baca Lainnya : Jelang Kemarau, Riau Pertimbangkan  Perpanjang Siaga Bencana Karhutla

”Kejadian kebakaran Tahun 2015 menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa upaya pencegahan sangat penting dalam pengendalian karhutla. Oleh karena itu, pasca peristiwa itu kami menekankan untuk melakukan pencegahan Karhutla sejak dini untuk meminimalisir terjadinya Karhutla yang besar yang berdampak pada kabut asap”, ungkap Raffles dalam keterangan tertulisnya Senin (6/5) kemarin.

Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim yang juga bertindak sebagai Ketua Delegasi RI, I.B. Putera Parthama menyampaikan, bahwa Indonesia terus mengajak kepada negara-negara anggota ASEAN untuk terus meningkatkan kemampuan National Monitoring Centre masing-masing negara agar dapat berkontribusi dan menjalankan peran sentralnya dalam monitoring dan assessment terhadap asap lintas. Hasil dari pertemuan TWG ini menjadi bahan dalam Pertemuan MSC yang merupakan pertemuan tingkat Menteri masing-masing negara.

Baca Lainnya : KLHK Rencanakan Pencegahan Karhutla Berbasis Klaster di 7 Provinsi Rawan

Para menteri lima negara yang hadir pada pertemuan MSC sepakat bahwa akan tetap waspada dan akan memantau serta meningkatkan upaya pencegahan karhutla untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kabut asap lintas batas selama periode musim kering.

Para menteri juga menegaskan kembali kesiapsiagaannya untuk memberikan bantuan, seperti dukungan sumber daya teknis pemadaman karhutla pada situasi tanggap darurat. Mereka juga siap bekerjasama antara negara anggota ASEAN dengan saling berkoordinasi untuk mengurangi Karhutla jika diminta oleh negara lainnya. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020