trubus.id
Pengembangan Mobil Listrik Perlu Ketersediaan Industri

Pengembangan Mobil Listrik Perlu Ketersediaan Industri

Binsar Marulitua - Kamis, 24 Mei 2018 08:30 WIB

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian menekankan poin utama pengembangan mobil listrik adalah ketersediaan industri di dalam negeri agar terjadi keberlanjutan. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/5), mengatakan jika pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri perlu penahapan yang terintegrasi, baik dari penyiapan regulasi, infrastruktur pendukung dan teknologi.

"Jangan sampai di satu sisi kita ingin mengurangi impor minyak dan gas, tapi di bagian impornya malah lebih besar, seperti komponen baterainya," kata Harjanto.

Kesiapan yang juga harus dilakukan untuk pengembangan mobil listrik adalah keberlanjutan industri, dampak lingkungan dan dampak sosial. Seiring dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030, sesuai kesepakatan COP21 di Paris.

Baca Lainnya : Peneliti Jepang Ciptakan Mobil Kayu Ramah Lingkungan untuk Masa Depan

Pada 2025 mendatang, Kemenperin menargetkan kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle atau LCEV) termasuk mobil listrik dapat diproduksi sebanyak 20 persen dari seluruh populasi kendaraan di Indonesia. Tentunya, disesuaikan dengan tren di dunia. Namun, jika permintaannya tinggi, produksi bisa melebihi dari target yang ditetapkan tersebut.

Oleh karena itu, Kemenperin berupaya menyinkronkan kebijakan pengembangan kendaraan bermotor nasional menjadi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Menuju revolusi industri 4.0, kami memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan untuk ekspor mesin pembakaran dalam dan kendaraan listrik," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kendaraan listrik seperti charging station menjadi sangat penting.

Baca Lainnya : Canggih, Lampu Jalan Ini Menyala Ketika Ada Mobil Lewat Saja

"Jangan sampai ketika sudah bicara otomotif, ternyata infrastrukturnya belum siap. Kami berharap, masyarakat pakai kendaraan listrik dengan mudah dan nyaman," katanya.

Kemenperin mendorong peningkatan kemampuan industri komponen dalam negeri, seperti memproduksi baterai untuk kendaraan listrik. Upaya dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) serta penerapan standardisasi produknya.

Strategi lain untuk mendorong industri otomotif di Indonesia agar berinvestasi memproduksi kendaraan listrik, yakni melalui pemberian insentif. Kemenperin telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif terhadap pengembangan program LCEV, yang di dalamnya termasuk kendaraan listrik. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020