trubus.id
LIPI Sarankan POH Berbasis Mikroba Gantikan Pupuk Kimia dan Peptisida

LIPI Sarankan POH Berbasis Mikroba Gantikan Pupuk Kimia dan Peptisida

Binsar Marulitua - Rabu, 23 Mei 2018 09:45 WIB

Trubus.id -- Produk pertanian yang bermutu sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas bahan pangan masyarakat.  Namun sayangnya, masih banyak petani menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia berbahaya yang berdampak  pada kebalnya hama.

“Efek dari pestisida akumulatif awalnya memang membunuh hama tetapi lambat laun bisa merusak lingkungan karena bisa mengeringkan tanah dan bisa ikut dikonsumsi manusia juga,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sarjiya Antonius seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (22/5).

Anton menjelaskan, kehidupan petani saat ini sangat tergantung pada pupuk urea yang mengandung berbagai bahan kimia. Padahal pupuk tersebut hanya 40 persen yang berhasil diserap manfaatnya untuk tumbuhan. Saat ini LIPI telah berhasil mengembangkan Pupuk Organik Hayati (POH) berbasis mikroba asli Indonesia.

Baca Lainnya : Pupuk Sriwidjaja Tingkatkan Target Penyaluran Pupuk di Tahun 2017

 “Pada dasarnya POH mengirimkan sinyal kepada akar tanaman untuk mencari sumber nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman bisa maksimal,” terangnya.

Ditambahkan Anton, dengan POH  bisa membantu petani mendapatkan hasil panen yang berkualitas dengan biaya yang murah. Untuk memperoleh satu liter POH cukup mengeluarkan bahan baku seharga maksimal 10 ribu rupiah dan bisa dijual seharga 40 ribu sampai 120 ribu. 

"Saat ini POH sudah digunakan lebih dari 7 ribu petani di 300 hektar lahan pertanian di 60 wilayah di Indonesia," tambahnya.

Husni Thamrin, petani asal Sukabumi, Jawa Barat menjelaskan, POH bisa digunakan dalam berbagai macam tanaman seperti sawi, bawang merah, cabai dan jenis tanaman lainnya. 

Baca Lainnya : Kementan Subsidi Pupuk dan Benih untuk Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung

“Setelah saya pakai keuntungannya banyak karena modalnya murah. Kalau dulu beli pupuk kimia harganya sampai 150 ribu rupiah per botol. Sekarang cukup modal 6 ribu rupiah saja sudah dapat POH,” jelasnya.

Husni menambahkan, saat  ini satu pohon cabai di lahannya bisa memproduksi hingga 1,2 kilogram cabai dengan menggunakan POH.

 “Saat ini saya tidak menggunakan pupuk kimia, karena dengan POH petani bisa menekan biaya produksi dan jumlah panen bisa meningkat,” tutup Husni. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020